"Bila kita pernah merasakan semua manusia meninggalkan diri kita; kita akan sunyi dan sepi, bertalu-talu mengatakan bahawa tiada lagi yang mengasihi; ingatlah bahawa Allah itu Maha Penyayang. Allah ada dekat dengan kita dan dia tidak meninggalkan kita walau semua manusia meninggalkanmu"

Monday, June 17

Menulis Saat Mati Tiba



Saat tiba nafas di ujung hela
Mata tinggi tak sanggup bicara
Mulut terkunci tanpa suara

Bila tiba saat berganti dunia
Alam yang sangat jauh berbeda
Siapakah kita menjawab semua
Pertanyaan

Bila nafas akhir terhenti sudah
Jantung hatipun tak berdaya
Hanya menangis tanpa suara
Ooo

Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri

Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati

Mati tak bisa untuk kau hindari
Tak mungkin bisa engkau lari
Ajalmu pasti menghampiri

Mati tinggal menunggu saat nanti
Kemana kita bisa lari
Kita pastikan mengalami
Mati

Bila Tiba - Ungu (Ost. Sang Kiai)

Mati. Mungkin di titik noktah tulisan ini nanti ia datang menjemput. Mungkin juga ia tiba lebih cepat dari itu.
Saat kita menatap tulisan ini, jangan pernah kita lupa hakikat dosa kita menggunung tinggi. Amalan kita? Ibarat sebutir pasir di pantai.
Persediaan kita? 



Aku terleka Ya Allah.

Adakah jauh syurga dariku?




No comments:

Post a Comment

Komen anda adalah di hargai :D

KIik SHARE =)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...